Kamis, 10 Desember 2009

bidadari sang pemimpi

termenung dalam keruhnya hati,
tersipu dalam eloknya mentari,

hati yang tak kunjung berhenti,

menyuarakan sahdu parasmu duhai bidadari,

disini terpuruk, terdiam membisu tanpa sejuta tanya,
menunggu setiap jalannya kenikmatan,
tanpa sejumpun keterikatan,
menunggu sampai ajal menghadang,

dan kau,
tetap tegar menerjang smw cinta ini.
tak pernah kau bayangkan,
bahwa ku tertatih melihatmu.

tertatih menggapaimu,
wahai bidadari,

bukalah hatimu.,
hanya untuk hatiku,

hati yang tercipta oleh buasnya cintamu,

jiwa yang terhempas okeh kerasnya sayapmu,
disini tetap menunggu bayanganmu,
selamanya kasih,

ku akan tetap menjaga jiwa ini,

meski kau tak pernah bisa membelai jiwa, dan hati ini,
untukmu ,
sang bidadari,


0 komentar:

Posting Komentar