Jumat, 25 Desember 2009

cahaya itu

kau,
semerbak wangimu seakan membuai hati ini
jantungku seakan berhenti berdetak,
jiwaku berhenti terbuai
kau,
selalu meyakinkan jiwa ini
bahwa kelak kau akan selalu disini
disini menemani jiwa yang rapuh ini,
dan q akan tetap sama
disini, ,
tak akan tergganti, ,

Selasa, 22 Desember 2009

hilang,

hmm
inikah jawabanmu?
ya,
tak semua hal yang kita inginkan bs tercapai,
kau lari,
kau menghindar,
kau menghilang,
bagaiakan debu dalam padang pasir,
tahukah kau seberapa sakit hati ini?
ya,
kau tak akan pernah tahu,
jangankan untuk merasakan betapa sakitny hati ini,
untuk tahu bagaimana besarnya cintakupun kau tak mau tahu,
tak bs q bayangkan sebelumnya,
entahlah apa yang akan q lakukan,
q tak tahu harus bagaimana untuk membuka hatimu,
q tetap tersadar,
tetap tegar,
dan tetap menunggu mu,
someday. .
you'll be here, ,

Selasa, 15 Desember 2009

rindu untuk yg terkasih

kasih,
rindu ini perlahan menggores hati,
menghancurkan raga dengan perlahan kasih,

tahukah kau betapa sakitnya hati ini kasih,
ketika kau tak menatap sedikitpun pada rasa rinduku ini,
duhai bidadari,
bidadari dengan lantunan cinta dihati,
tahukah kau kasih,
semakin lama diri ini , semakin tersiksa hati ini,

tak terabaikan sebarapa besar rindu ,
lihatlah aku kasih,
lihatlah aku disini kasih,
bersabar hanya untuk kau,
bertahan dengan semua kehampaan rasa ,
bertahan dengan beratnya cinta,
tetap disini kasih, ,
bertahan,
bersama rindu untuk yang terkasih
azila prabananingtyas utami

Jumat, 11 Desember 2009

bidadari tak bersayap

rapuh, ,
terasa asing di balik jeruji alam ini,
terasa hampa di balik sangkar rindu ini, ,

tak terasa semusim berganti, ,
disini, , ,
tak akan hilang rasa,
tak akan punah asa,

untukmu,
sang bidadari tak bersayap,
untukmu,
sang bidadari tak bersayap,
yaaa,
hanya untukmu, ,


tak pernah ku dapat pejamkan mata,
hilangkan dahaga akan kerinduan ini,
hany untukmu,

tanpamu,
q hanya mahluk melata,
mahluk dengan sejuta tanya,

sejuta cinta yang tak berujung,
seiring rasa rindu yang tak menetap.,

ku haturkan jiwa ini hany untuk mu
wahai bidadari tak bersayap

akankah tetap?

tidakkah kau merasa hadirku?

tak ayalkah hadirku untukmu?

sampai kapan kau tetap mnutup hati?

membekukan jiwa ini,

menghancurkan dan meluluhlantahkan impian ini,

bukalah matamu sejanak,
hany untuk menatap dalamny jiwa ini untukmu,
hanya untuk menengok seberapa jauh aku tenggelam karena cintamu,
cobalah,
aku memohon padamu,
wahai bidadariku, , ,

tak ad kata

seijin tuhan q mencintaimu,
serumpun hutanpun tahu rasa ini hanya untuk kamu,
tak terelakkan lagi rasa rindu ini,

tak dapat terurai kembali kelamny kerinduan ini,

tak pernah meragu untuk tetap membatu,
membatu disini,

menunngu datangnya mentari pagi,
mentari dengan kehangatan bidadari itu,

membatu, merasuk,
hanya untukmu jiwa ini,

cobalah liat jiwa ini,
jiwa yang luluh lantah oleh kesempurnaanmu,.
keangkuhanmu akan cintaku ,
sampai kapan kau akan terus berlari,
berlari, terbang menjauh dari hati ini,

Kamis, 10 Desember 2009

haruskah kau pergi?

wahai bidadari malam,
haruskah jiwa ini berhenti??

haruskah ku serahkan pada waktu?
sanggupkah jiwa ini bertahan?

setelah bgitu jauh melangkah, jiwa ini terasa rapuh,
rapuh, berserakan bersama liarnya kenyataan,

setelah begitu dalam tenggelam.
tenggelam didasar jiwaku yang kelam,
haruskah ku melepaskan semuany??
gejolak, merebakan aroma cinta dalam persendianku,

tak pernah terurai sedikitpun untuk meninggalkan mu wahai bidadari,
walau aku pun tak tahu,
kapan kau akan kembali ke bumi untuk menyambut jiwa ini.
ku takkan peduli,
disini q tetap menanti kau,
kau bidadariku, ,

dan bidadari itu, ,

terkadang q ragu,
Ragu apakah malaikat, setan, dan bidadari itu ad,
Namun q terbelak,
Q meleleh,
Mencair,
Terdiam,
Entah kata apa lagi yang q bs keluar dr mulut ini,

Bidadari itu,
Ya bidadari itu kamu,
Tersadar dan terucap,
Akankah itu benar ??
salahkah mata ini??
Cahaya itu??
O tuhann, ,
Q yakin inilah sang bidadari,

Tak ada secarik kata2 yang bisa keluar,
Terkesima,
Terpesona,

Dan q kan tetap menunggu,
Sang bidadari itu membuka hati,
Membuka hati untuk setubuh manusia yang melata ini, ,

Disini tetap untuk kamu, ,
Bidadari kecilq, ,

nikmatny rasa sakit ini

hmm, ,
Sperti ini rasa sakit ini??
tersadar bahwa q bs terjatuh sedalam ini,
Terkesima melihat, merasakan sakit karena cinta ini, ,

Tak pernah q percaya nikmatny skit,
Smpai kau mengajariny,
Mengajari indahny,
Mengajari sahdunya,
Mengajri lelahny,
Terima kasih atas smw, ,

Dan q tetap menatap,
Ya, , ,
Hanya bisa menatap,
Menatap kamu , ,
Kau yang sedang terbng,
Terbang bersama bidadari2 yang lain,
Bidadari bersayap emas,
Bidadari berbaju perak,
Ku disini tetap berlinang sakit,
Tersudut bersama kepahitan cinta ini,
Dan ku menghargai rasa ini,
Menikmati smw ini, ,
Dan yang pasti,
Tetap menunggumu membuka hati,
Disini,
Menatap matahari,
Sepi, ,
Sendiri, ,

cinta tak bisa menunggu

hmm, ,
terlalu lama menunggu,
menunggu sang bidadari datang,
bidadari berlakung embun,
berlumurkan cahaya,

menunggu sang embun pagi di siang yang terik,
terik menyengat dahaga ini,


ya, ,
q sadari smw ini,
sadar dengan mata tertutup.
ssdar dngen hati terkoyak,
terluluh lantah karena mu,

sekian waktu,

q tggu,

menunggu kau,

tahukah kau?
kurasa tidak.

hanya tuhan yang tahu,
ya hanya DIA yang tahu,

penantian panjang ini akan berakhir,

berakhir dengn satu hembusan nafasmu.

tak akan pernah sedikitpun kau mengerti,

tak sedikitpun,

tak sebutir pasir pun,

jiwamu, ragamu, dan ruh mu,
tak akan bisa melihat aku,
aku yang selalu terpuruk,
terpuruk oleh mimpi-mimpi yang tak kunjung tercapai,
dan, ,
q akan mati,
mati bersama smw mimpi indah ini, ,
selamat tinggal ksih, ,

cinta tak akan bisa menunggu, ,

bidadari sang pemimpi

termenung dalam keruhnya hati,
tersipu dalam eloknya mentari,

hati yang tak kunjung berhenti,

menyuarakan sahdu parasmu duhai bidadari,

disini terpuruk, terdiam membisu tanpa sejuta tanya,
menunggu setiap jalannya kenikmatan,
tanpa sejumpun keterikatan,
menunggu sampai ajal menghadang,

dan kau,
tetap tegar menerjang smw cinta ini.
tak pernah kau bayangkan,
bahwa ku tertatih melihatmu.

tertatih menggapaimu,
wahai bidadari,

bukalah hatimu.,
hanya untuk hatiku,

hati yang tercipta oleh buasnya cintamu,

jiwa yang terhempas okeh kerasnya sayapmu,
disini tetap menunggu bayanganmu,
selamanya kasih,

ku akan tetap menjaga jiwa ini,

meski kau tak pernah bisa membelai jiwa, dan hati ini,
untukmu ,
sang bidadari,


Rabu, 09 Desember 2009

bidadari dengan hati sedingin es

tahukah kamu?

tahukah disetiap malamku selalu kau dihati,
di hembusan nafas hany wajahmu yang ku nanti.
namun
kau bidadari yang tak pernah menganggap aku ini ada

bidadari dengan sejuta kesombongan,

ya kau lah bidadari ini,
sayapmu,
senyummu,
candamu,
ingin aku dekap,
ingin aku peluk,


selalu di hati,

q tersadar ,

kaulah bidadari itu, ,

kau sang bidadari

kau,
hanya kau,
wanita pertama yang bisa ngebuat aku begini.
terjelembab dlam dalamny lembah kesunyian,
terjatuh dalam hinanya rasa rindu.
ya,
hanya kau,
azila,.

bidadari dengan sayap emas,
bidadari dengan kerinduan
bidadari pagi dikala malam

hanya kau,
ya benar hanya kau,

buat kamu zii

azila prabaningtyas utami,

ku tak tahu ntr km bakal baca atau gak blog ini,
g peduli ku zii,
tapi kalau km akhrny baca ya alhamdulilah^^